<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225</id><updated>2011-07-07T17:15:02.339-07:00</updated><category term='TENTANG FISIPOL UGM'/><category term='KARYA KURMA'/><category term='AGENDA JMF'/><title type='text'>KURMAPEDIA</title><subtitle type='html'>ASSALAMU'ALAIKUM Warakhmatullahi Wabarakatuh!
AHLAN WA SAHLAN!
WELCOME!

Selamat datang di blog KURMA, sebuah media dari Jama'ah Muslim Fisipol UGM yang berisi tentang segala hal mengenai dunia ke-Islaman. 
Semoga kehadiran blog ini dapat ikut mendorong syiar Islam. oleh karena itu, kepada saudara2 pembaca yang mempunyai visi dan tekad yang sama dapat berkontribusi dan bekerjasama dengan kami. setidaknya dengan add blog ini ke link anda.

Alamat email kami: kurma.fisipol.ugm@gmail.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-7665136635396079083</id><published>2010-06-02T23:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:13:00.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>Akhir Zaman dan Kita – Bagian Kedua</title><content type='html'>Akhir Zaman dan Kita – Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak datang  kepada kalian suatu zaman, kecuali zaman yang sesudahnya yang lebih buruk lagi keadaanya. Hal demikian akan berlangsung sampai kalian menghadap Rabb kalian.” (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengkaji akhir zaman umumnya pokok bahasannya satu paket dengan munculnya Ya’juj wa Ma’juj, al-Masih ad-Dajjal, kedatangan Imam Mahdi dan turunnya nabi Isa a.s. untuk yang kedua kalinya, serta nubuwatan berdirinya kembali Kekhilafahan Islam sesuai metoda kenabian.  Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri sebagaimana ditegaskan oleh nabi Isa a.s. yang terekam di dalam Injil Kanonik menjelaskan bahwa al-Masih Pemimpin atau Imam Mahdi akan datang dari Bani Ismail. Sedangkan Imam Mahdi yang diyakini oleh umumnya umat Islam tidak lain adalah merupakan Monomyth, dan merupakan kesalahan fatal yang sengaja disusupkan ke dalam aqidah Islam oleh musuh-musuh Islam yang tanpa disadari oleh umat Islam, kemudian diyakini sebagai sebuah kebenaran aqidah tanpa diteliti lebih jauh. Istilah seperti yang digunakan dalam bidang mitologi komparatif, mengacu pada pola dasar yang konon ditemukan di banyak cerita di seluruh dunia. Ini disebarkan secara luas polanya, sebagaimana digambarkan oleh Joseph Campbell dalam bukunya The Hero With Thousand Faces. &lt;br /&gt;Contoh Monomyth di Jawa Barat kita kenal dengan sebutan Ratu Adil, di Jawa Tengah dan Timur sebagai Satria Piningit sosok fiktif yang kedatangannya dilengkapi kekuatan supernatural, di kalangan agama Yahudi dan Kristen Mesias atau Mesiah, di kalangan Syi’ah Itsna ‘Asyariyah adalah Muhammad bin Al Hasan yang mereka juluki Al Mahdi, dlsb. Dengan demikian Imam Mahdi tidak perlu ditunggu, karena pasti tidak akan pernah muncul di dunia nyata, walau saat ini dibutuhkan untuk memberantas para teroris dan koruptor.  Sedangkan bilamana Isa bin Maryam turun kembali berati bertentangan dengan Ayat Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  adalah penutup para Nabi, Khataman Nabiyyin.&lt;br /&gt;Apakah Dewasa Ini Kita Berada di Akhir Zaman?&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam penglihatan kenabiannya telah memberikan peringatan bahwa dalam perjalan sejarahnya umat Islam akan melewati suatu periode yang disebut: Sa'ah yang artinya 'titik waktu' yang dalam bahasa Inggris disebut moment. Akan tetapi bila kita renungkan hadits-hadits mengenai akhir zaman, ternyata kata sa'ah merupakan sebuah sinyalemen krusial berupa bencana. Bencana yang akan menimpa umat manusia pada umumnya, termasuk umat Islam sebelum terjadinya Hari Qiamat. Memang kata sa'ah juga disebutkan al-Qur'an dengan pengertian Qiamat. Pada masa Sa'ah itu terjadi hal-hal yang tingkat kegawatannya sangat serius, dan dewasa ini umat manusia pada umumnya, khususnya umat Islam berada pada final stage akhir zaman, di mana tanda-tandanya banyak disebutkan dalam berbagai hadits yang jumlahnya sangat banyak.  Tanda-tanda yang signifikan adalah munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sbb:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini semenjak Allah menciptakan Adam sampai kedatangan masa Sa'ah yang lebih besar tingkat kegawatannya, yaitu fitnah Dajjal”.&lt;br /&gt;Dajjal disebutkan berulangkali dalam hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam hadits, tetapi juga di dalam al-Qur'an, kita temui dalam Surat al-Kahfi ayat 94 yang artinya:&lt;br /&gt;“ … sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi …”&lt;br /&gt;dan dalam Surah al-Anbiya ayat 96 yang artinya:&lt;br /&gt;"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;Kedua ayat al-Qur'an tersebut dengan sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa pada waktu al-Qur'an diturunkan sosok Ya'juj dan Ma'juj sudah ada, hanya saja mereka masih 'terpenjara' sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam sabdanya: &lt;br /&gt;Laa Ilaaha Ilallah, celaka bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat ini, telah terbuka dinding Ya’juj Ma’juj sebesar ini sambil melingkarkan jari telunjuk dengan ibu jarinya. Zainab bin Jahsy bertanya: "Ya Rasulullah! Dapatkah kami binasa, padahal masih ramai salihin di antara kami?" Jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: "Ya,! Jika telah banyak kejahatan.” (Riwayat Muttafaq Alaihi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan al-Qur’an dan hadits kita sekarang berada pada final stage akhir zaman karena baik Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal sudah berada di sekeliling kita dan sudah siap untuk menguasai dunia dan meluluh-lantakkan keyakinan umat manusia.&lt;br /&gt;Bagaimana Kita Mengidentifikasikan Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal?&lt;br /&gt;Definisi Ya’ju wa Ma’juj:&lt;br /&gt;Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan). Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia.&lt;br /&gt;Definisi Dajjal:&lt;br /&gt;Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.&lt;br /&gt;Siapakah Mereka?&lt;br /&gt;Sarjana Muslim besar, Ibnu Katsir, ketika membahas asal-usul 'Ya'juj wa Ma'juj mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang secara tradisional mendiami daerah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia sekarang Rusia Selatan dari keturunan Adam, dan pendapat ini dikuatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim.  Selepas banjir kering mereka hijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Selatan Rusia.  Josephus dan lain-lain telah mengidentifikasi mereka sebagai nenek moyang Gog dan Magog.&lt;br /&gt;Menurut uraian Al-Qur'an, dalam surat al-Kahfi 18:94 jelas sekali bahwa mereka adalah sebangsa manusia: “Mereka berkata: "Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (QS al-Kahfi 18:94).  Untuk menghalang-halangi serbuan mereka, dibangun sebuah tembok sebagaimana dijelaskan dalam lanjutan surah al-Kahfi 18:96-98.&lt;br /&gt;Yajuj dan Majuj didalam Al-Qur'an sama dengan Gog dan Magog didalam Bibel. Ia dikatakan sebagai Pemimpin Rusia dalam Bibel. Tiga nama yang disebutkan dalam Bibel adalah "Rosh" atau Rusia, "Meshech" atau Moscow, dan "Tubal" atau Tobalsk.&lt;br /&gt;Rusia adalah nama negara, sedangkan Omask dan Tubal adalah nama dua sungai di sebelah Utara pegunungan Kaukasus. Pada sungai Omask terletak kota Moscow, dan pada sungai Tubal terletak kota Tobolsk; dua-duanya merupakan kota Rusia yang termasyur. Mengingat terangnya gambaran ini, maka tak diragukan lagi siapa Ya’juj itu.&lt;br /&gt;Jadi terang sekali bahwa Juj ialah Russia, tempat kediaman bangsa Slavia. Adapun Ma’juj adalah negara itu juga. Jadi di satu fihak, Juj dikatakan sebagai raja Rusia, di lain fihak, ia digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk Eropa terdiri dari dua pokok suku-bangsa, yaitu Slavia dan Teutonia. Bangsa Teutonia meliputi bangsa British dan bangsa Jerman. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa Juj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Timur (Slavia), sedangkan Majuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa Teutonia.&lt;br /&gt;Mengapa Dajjal disebut al-Masih&lt;br /&gt;Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan kebenaran, mengapa Dajjal disebut Masih ad-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Karena Dajjal selalu menunaikan tugasnya atas nama "al-Masih", yang julukan ini diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada nabi 'Isa berdasarkan wahyu-Nya. Diberikannya julukan al-Masih kepada Dajjal menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, dan inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, karena ia menggunakan nama "al-Masih", seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau.  Disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan.  &lt;br /&gt;Siapakah anak keturunan Ya’juj wa Ma’juj dewasa ini?&lt;br /&gt;Anak-cucu Ya’juj wa Ma’juj kemudian dikenal dengan bangsa Khazar atau ‘Yahudi Merah”, dengan Kerajaan yang berdiri  kokoh di antara dua super power waktu itu Byzantium yang Kristen dan Kekhalifahan Islam, mereka senang berperang, Arthur Koestler menyebutnya dengan Suku Bangsa Ketigabelas (Bani Israil terdiri dari 12 suku bangsa) suku bangsa Khazar ini kemudian pada tahun 1016 menyebar terutama ke Eropa Timur setelah kerajaannya dihancurkan oleh tentara Rusia dan Byzantium kemudian ke Amerika Serikat pada abad ke-19.  &lt;br /&gt;Mereka memanfaatkan ketiga agama samawi, terutama Yahudi untuk kepentingannya dengan memutarbalikkan kebenaran ketiga agama langit tersebut dalam mencapai cita-cita mereka untuk menguasai dunia.  Dalam agama Yahudi kita kenal dengan aliran Frankist yang menghalakan segala cara, brainchild-nya Sabbetai Zevi, Mesias Yahudi abad ke-16, Kristen atau Nashrani dirusak aqidahnya melalui Constantine pada tahun 325 M melalui Konsili Nicea yang melahirkan Trinitas, dalam Islam kita kenal Syi’ah dengan the Assassins-nya yang menciptakan terorisme Islam. Tidak satupun revolusi dan peperangan yang terjadi di dunia ini merekalah dibalik itu semua, mereka pula yang membiayai kedua belah pihak yang sedang berperang.  Mereka menggunakan metoda dialektika Hegel, (aksi-reaksi-solusi), contoh: Lahirnya PBB setelah perang dunia kedua merupakan hasil rekayasa kelompok pengikut setan ini.  Meskipun di antara mereka mengaku memeluk agama Yahudi dan mayoritasnya agama Kristen, sebenarnya mereka tidak menyembah Tuhan tetapi setan,  Masonry memenuhi kebutuhan mereka sebagai agama. Mereka tidak mempercayai akan adanya akhirat dan adanya punishment and reward.  Mereka hanya hidup untuk masa sekarang (dunia), mereka inilah yang disinyalir dalam al-Qur’an, a.l. dalam ayat:&lt;br /&gt; “Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?, Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.” (QS asy-Syura 221-223)&lt;br /&gt;Mayoritas mereka Atheis, merekalah yang melahirkan berbagai macam keilmuan Ideologi- Politik sekuler seperti demokrasi, komunisme, fasisme, Zionis, Ekonomi ribawi perbankan internasional yang dikuasai oleh keluarga Rothschild, Rockefeller termasuk IMF, The Fed di Amerika Serikat, Bank of London dst, Sosial-Budaya dengan nilai-nilai humanisme, hedonisme, permisivisme, homoseks, pedofil, feminisme, pornografi, perederan global narkoba, termasuk Militer (Pakta pertahanan NATO) untuk menindas negara-negara lemah yang kesemuanya itu dijadikan sebagai alat untuk mencuci otak manusia sebagai perpanjangan setan di dunia, merekalah para wali setan, sebagaimana Iblis sendiri sesumbar untuk menyesatkan manusia dengan memutar balikan kebenaran menjadi kebatilan dsb. Merekalah yang disebut tentara setan atau Tentara Dajjal yang saat ini sedang melaksanakan agenda memasarkan Agama Dunia Baru.&lt;br /&gt;Morat-maritnya dunia dewasa ini yang dari hari-kehari tambah kacau tidak lain merupakan rekayasa para pengikut setan dan mereka yang berada di bawah kendalinya, hasilnya gemilang, di mana hampir tidak ada negara-negara di dunia ini yang tidak menerapkan sistem yang dibuat mereka, namun hal tersebut sebenarnya merupakan sunatullah dimana kekuatan setan tersebut terjadi dengan seidzin Allah. Seperti dijelaskan al-Qur’an:&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS al-Anam 6:112).&lt;br /&gt;Perang Dunia Ketiga atau Perang Melawan Terorisme&lt;br /&gt;Berdirinya negara Israel sebagaimana dijelaskan di atas merupakan sebuah persekongkolan jahat pelaku makar yang dimotori Inggris dalam rangka melaksanakan tahapan agenda Illuminati untuk menguasai dunia yang sudah direncanakan sejak tahun 1871 untuk memicu terjadinya Perang Dunia Ketiga dengan menghasut perselisihan-perselisihan antara politik Zionis dengan dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Kedua kekuatan di atas dibuat skenarionya untuk saling menghancurkan satu sama lain.  Perang Dunia  Ketiga saat ini sudah berlangsung namun bentuk dan pelaksanaannya berbeda dengan dua perang dunia sebelumnya, disebut dengan Perang Melawan Terorisme atau Perang Melawan Islam, karena Islam agama samawi yang merupakan satu-satunya penghalang yang belum bisa ditundukkan sepenuhnya seperti agama Yahudi dan Nashrani atau Kristen. Perang Melawan Terorisme ini sebenarnya merupakan ungkapan sifat pengecut Illuminati, sebagaimana sikap pengecut dan licik mereka diperlihatkan dalam beberapa peperangan baik di Iraq, Balkan, Afghanistan, dengan menatasnamakan PBB yang notabene merupakan alatnya, mengeroyok negara-negara yang dianggap berpotensi untuk dihancurkan, walaupun negara itu kecil dan lemah.&lt;br /&gt;Bagaimana Kita Melawan Ketidak-adilan Global ini&lt;br /&gt;Kondisi negara-negara yang berpenduduknya mayoritas memeluk agama Islam termasuk Indonesia secara politik, ekonomi dan militer lemah dan bahkan berada di bawah kendali Illuminati dan para agenturnya.  Namun demikian umat Islam beruntung karena masih memiliki sesuatu yang berharga yaitu keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.  Hanya dengan kekuatan iman yang bersih dari noda syirk dimungkinkan dapat melawan dan menghancurkan musuh agama tauhid tersebut.  Dalam menghadapi situasi dewasa ini dimana Ya’juj wa Ma’juj serta al-Masih ad-Dajjal sudah berada disekeliling kita, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpesan kepada kita semua:&lt;br /&gt;"Apabila ia (Dajjal) muncul, dan aku ada di tengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil, dan apabila ia muncul sedangkan aku tak ada di tengah-tengah kamu hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2076).&lt;br /&gt;Jadi hanya dengan tawakal serta bershabar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala disertai ilmu yang mumpuni, menjauhkan diri dari bid’ah dengan ikhlas, insyaAllah umat Islam akan  dapat mengalahkan para musuh agama tauhid ini, yaitu setan dari jenis jin dan manusia dan yakinkanlah diri Anda bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan tinggal diam bilamana syarat-syarat pertolongan itu sudah memenuhi kriteria-Nya:&lt;br /&gt;“Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Baqarah 2:249)&lt;br /&gt;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS al-Imran 3:160)&lt;br /&gt;Bilamana kita tidak melakukan amar ma’ruf nahi mun’kar  maka keadaan yang sudah carut-marut ini akan bertambah kacau-balau sebagaimana ditegaskan al-Qur’an sbb:&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS al-Anfal 8:73)&lt;br /&gt;Allahu’alam &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-7665136635396079083?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/7665136635396079083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=7665136635396079083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7665136635396079083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7665136635396079083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2010/06/akhir-zaman-dan-kita-bagian-kedua.html' title='Akhir Zaman dan Kita – Bagian Kedua'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-5406422353443578541</id><published>2010-03-29T21:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T21:34:44.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>SEDIA PAYUNG SEBELUM UJIAN YAKK…</title><content type='html'>Assalamualaikum... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen semua yang baik hati dan tidak sombong, serta rajin menabung, meskipun tabungannya selalu habis sebelum uangnya ngumpul. Disini ane mo menulis sedikit artikel tentang ujian, dimana kita tahu saat ini anak-anak kelas 3 SMA sedang berjuang untuk dapat lulus dari ujian maut( baca: Ujian Nasional ) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian, mungkin terdengar sangat akrab di telinga kita. Bukan hanya itu saja kata itu juga amat mengerikan bagi sebagian orang terutama anak-anak kuliahan serta para anak sekolahan. Karena ujian dianggap sebagai monster yang menjaga pintu, dan pintu itu baru terbuka dan bisa dilewati manakala kita bisa mengalahkan monster itu. Wuss serem banget yakk. Memang sich ujian di sekolah atau di kampus bukan segalanya,karena masih banyak lagi ujian-ujian yang jauh lebih berat yaitu ujian untuk menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Rosul kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okey next, tentang Ujian Nasional itu sendiri sebenarnya masih menjadi pro dan kontra, pihak yang pro akan ujian nasional mengatakan bahwa ujian nasional ialah merupakan tolok ukur dari tingkat keberhasilan pendidikan di Indonesia. Dan yang menjadi persoalan saat ini ialah jika membandingkan standar kelulusan kita dengan negara-negara Asia Tenggara lainya maka standar kelulusan di Indonesia tergolong rendah.  Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar kelulusan. Namun hal ini mendapat sanggahan oleh pihak-pihak yang menyatakan dirinya kontra dengan adanya ujian Nasional, karena meningkatnya stndar kelulusan ini tidak diikutsertakan dengan perbaikan kualitas-kualitas pendidikan kita, sehingga sama saja kualitas pendidikan kita jalan ditempat dan standar kelulusan dipaksa untuk bergerak terus kedepan. Sehingga hal ini membuat tak adil bagi para murid khususnya, karena 3 tahun mereka bersekolah hanya ditentetukan oleh 3 hari saja, atau bisa saja diartikan 3 hari untuk selamanya. Macam judul pilm aja yakk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran sekilas tentang ujian nasional, anda-anda semua bebas mo pilih yang mana, pro terhadap ujian nasional atau kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita lanjutkan ke bab yang berikutnya aja yak. Mengingat sebentar lagi kita juga akan mengalami ujian yaitu Ujian Tengah Semester, maka disini ane mo membagikan beberapa tips untuk menghadapi ujian. Seperti yang dikatakan oleh Abang Andrea Hirata dalam novel-novelnya yang menggugah hati serta memberi inspirasi. Menjelaskan bahwa preparation, perfect, performance maksudnya ialah persiapan yang matang akan menghasilkan hasil yang maksimal pula. Nah sekarang pertanyaanya ialah apakah kita sudah menyiapkan ujian-ujian yang ada di depan mata ini dengan baik, jika tidak mari kita mulai dari sekarang silahkan ambil bullpen atau spidol dan jangan lupa ambil pula kertas kosong lalu buka buka dan dibaca, kemudian catet hal-hal yang penting, gampang kan. Selamat mencoba yakk. Salam sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-5406422353443578541?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/5406422353443578541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=5406422353443578541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5406422353443578541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5406422353443578541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2010/03/sedia-payung-sebelum-ujian-yakk.html' title='SEDIA PAYUNG SEBELUM UJIAN YAKK…'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-7910347752236448035</id><published>2010-03-29T21:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T21:24:45.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>BANK CENTURY, UYA KUYA, DAN UPIN-IPIN</title><content type='html'>BANK CENTURY, UYA KUYA, DAN UPIN-IPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Duo kembar berkepala plontos tak henti-hentinya berpikir. Mereka bertanya kepada Oopah tetapi tak ada jawaban yang menjelaskanya. Mereka menemui Kak Ros tapi malah kena semprot karena mengganggunya. Kak Ros sedang memasak. Lalu, tak ada pilihan lain, mereka langsung menuruni tangga rumah panggungnya menuju halaman untuk bermain. Ketika di halaman, Fizi dan Ehsan datang dengan pakaian perlentenya, Jarjit datang dengan pantun tak beraturanya.&lt;br /&gt; Channel Berganti, tiba-tiba tanyangan yang sangat menggemparkan dipertontonkan. Orang yang nampak tak sadar ditertawakan banyak orang karena bertingkah sangat lucu, bahkan kadang tak manusiawi. Ternyata tingkahnya dikendalikan oleh seseorang yang mirip presenter SCTV, Kuya. Oh ternyata memang Uya Kuya.&lt;br /&gt; Channel berganti lagi, Grace Natalie berada di gedung DPR, kamera menyoroti dengan seksama, Pejabat-pejabat negara berdiri disekitarnya, kata-kata yang sering diucapkanya adalah sistemik, hak angket, pansus, dan bailout. Ya, semua orang pasti tahu, Sumber dari kata-katanya, apa lagi kalau bukan, Bank Century. Kali ini channel tidak diganti, bukan karena acaranya tidak membosankan tapi karena channel lain juga menayangkan hal yang sama. Mau ganti chanel juga percuma. Tema besar Bank Century memang ibarat opera yang sedang laris-larisnya dipertunjukan. Pemain yang berada dipanggung biasanya para ekonom dan politisi. Penontonya tentu saja yang menggonta-ganti channel tadi.&lt;br /&gt; Pada dasarnya kasus Century adalah sebuah keniscayaan. Namun yang musti dipertanyakan adalah mengapa terjadi? Jawaban dari setiap pertanyaan yang mengarah kepada kasus Century sebenarnya hanya bermuara pada tiga hal yaitu sistem, aktor, atau keduanya. Segala sistem yang ada pada saat ini dilahirkan oleh sebuah ideologi. Sebagian besar sepakat bahwa ideology yang berkuasa saat ini adalah Kapitalis. Tentu saja sistemnya pun juga sistem kapitalis, dalam hal ini adalah sistem dalam ranah perbankan. Sudah banyak thesis yang menjelaskan kebobrokan sistem ini,  meski di lain sisi masih banyak yang mendukungnya. Tetapi cukuplah ketimpangan yang ada, baik secara politik, sosial, maupun ekonomi sebagai bukti mana yang benar dan mana yang bathil. Dilihat dari sudut pandang aktor, sudah pasti kasus Century tak akan muncul tanpa adanya aktor yang ‘bermain’ didalamnya. Manusia adalah aktor dalam segala hal. Sistem perbankan adalah sarananya. Bahkan aktor lebih berperan daripada sistem dalam memunculkan peristiwa. Bila seorang dengan mental pencuri melihat jendela yang terbuka, Hp di dalam ruangan bisa hilang. Bila jendelanya terkunci, linggis akan beraksi membobol, Hp pun lenyap juga. Mengapa demikian? karena aktorlah yang menentukan. Salah satu dari penyebab munculnya fenomena Century bisa karena sistem atau aktor atau bisa pula keduanya. Sesungguhnya, perubahan dimulai dari pola pikir dan pola perilaku (behavior). Karena Allah tak akan merubah apa-apa yang ada pada suatu kaum tanpa kaum itu merubahnya sendiri. Artinya, fenomena Century bisa muncul kembali walaupun kasusnya sudah selesai atau aktor yang bersalah dihukum. Sebab, pola pikir dan pola perilaku tidak ikut dirubah. Bukankah begitu?&lt;br /&gt; Channel diganti, Ipin menjawab: “betul, betul, betul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biro Media dan Opini JMF UGM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-7910347752236448035?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/7910347752236448035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=7910347752236448035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7910347752236448035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7910347752236448035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2010/03/bank-century-uya-kuya-dan-upin-ipin.html' title='BANK CENTURY, UYA KUYA, DAN UPIN-IPIN'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-272324398877202733</id><published>2010-03-19T04:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T04:16:10.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>Maraknya Aksi Terorisme di Indonesia</title><content type='html'>Aksi terorisme yang semakin gencar di lakukan oleh para teroris di tanah air, makin membuat semua orang resah. Mereka kerap melakukan aksi-aksi teror berupa bom bunuh diri di sejumlah tempat strategis yang di antaranya merupakan tempat kunjungan wisatawan asing. Para teroris yang mengusung tekad melakukan balas dendam terhadap Amerika dengan merusak fasilitas-fasilitas yang meiliki unsur Barat khususnya Amerika. Para teroris diketahui adalah anggota Jamaah Islamiyah dengan menggemakan semangat “JIHAD” atau mati di jalan Allah. &lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu para teroris ini melakukan peledakan aksi bom bunuh diri di Hotel JW.Marriot dan Ritz Charlton, yang diduga terkait dengat kedatangan klub sepak bola Inggis, Manchester United (gara-gara teror ini, akhirnya gak jadi dateng...padahal udah ngarep nonton bintang-bintang MU maen lawan timnas di Senayan). Baru-baru ini pun tersiar kabar bahwa para teroris itu akan kembali melakukan aksi mereka dalam waktu dekat ini. Hal ini dikaitkan dengan kedatangan presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia 20-22 Mei mendatang.&lt;br /&gt;Saya menganggap pandangan hidup para teroris dengan istilah jihadnya itu sudah bergeser dari ajaran agama Islam, yang mementingkan hak-hak hidup manusia, berkehidupan yang damai. Mereka di ajarkan teori-teori yg salah mengenai islam. Entah apa yang ada di benak para teroris itu sehingga mau melakukan aksi bom bunuh diri yang justru menewaskan banyak orang yang tak bersalah, Subhanallah. Apalah pandangan seluruh dunia saat ini terhadap indonesia, yang berpenduduk muslim terbesar di dunia mengenai hal ini. &lt;br /&gt;Serangan terhadap umat Islam berkaitan dengan isu dan pemberitaan  terorisme di berbagai media pun semakin merebak setelah ‘keberhasilan’ Polri melalui Densus 88-nya menumpas beberapa petinggi teror beberapa tahun terakhir, termasuk beberapa tahun yang lalu. Publik nasional maupun internasional seakan-akan semakin memojokkan Islam itu sendiri. Hal ini perlu kita sadari karena anggapan tersebut akan semakin menjadikan umat Islam bersikap ‘anti’ terhadap Islam itu sendiri. Kita sebagai muslim yang mengerti mana jalan jihad yang baik, hendaknya tetap membawa semangat jihad tersebut dan berusaha memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. Tidak semata-mata mengikuti opini publik yang menjauhkan kita dari nilai Islam itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(rifki)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-272324398877202733?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/272324398877202733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=272324398877202733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/272324398877202733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/272324398877202733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2010/03/maraknya-aksi-terorisme-di-indonesia.html' title='Maraknya Aksi Terorisme di Indonesia'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-3831416524062613712</id><published>2009-10-04T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T00:49:48.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>Semangat Ruhul Islam</title><content type='html'>Kedatangan Islam di bumi pertiwi Indonesia dilakukan melalui ‘jalan bawah’ dengan pendekatan budaya. Maksudnya dilakukan secara damai, melalui hubungan dagang sekaligus syi’ar Islam. Dengan cara demikian Islam mudah diterima oleh rakyat setempat. Berbeda dengan bangsa Eropa (Portugis dengan semboyan Gold, Gospel, Glory dan Belanda) yang menggunakan senjata. Mereka datang dengan maksud menjajah. Sehingga rakyat berusaha melawan setelah menyadari maksud mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semangat Ruhul Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perjuangan bangsa Indonesia terbagi dalam beberapa fase. Yakni perang dengan menggunakan senjata, perang secara organisasi, hingga masa-masa perwujudan kemerdekaan Indonesia. Fase pertama dimulai pada masa kedatangan Portugis, di mana kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia pada masa itu tengah berjaya. Para pemimpin kerajaan Islam serta mayoritas rakyatnya yang menganut Islam  mendasari perjuangan mereka dengan semangat “RUHUL ISLAM” yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jihad fi Sabilillah, Dengan semangat Jihad, umat akan melawan penjajah yang  dlolim, termasuk perang suci, bila wafat syahid, sorga imbalannya.&lt;br /&gt;2.    Ijin Berperang Dari Allah SWT. (Q.S. Al Haj : 39) “ Telah diijinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, sesungguhnya mereka itu dijajah/ditindas, maka Allah akan membela mereka ( yg diperangi dan ditindas )”.&lt;br /&gt;3.  Symbolbegrijpen (Simbol kalimat yang dapat menggerakkan rakyat), yaitu “TAKBIR” Allahu Akbar, selalu berkumandang dalam era perjuangan umat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;4.  “Khubul Wathon minal Iman”, cinta tanah air sebagian dari Iman, menjadikan semangat Partiotik bagi umat Islam dalam melawan penjajahan. Dengan demikian ajaran Islam yang sudah merakyat di Indonesia ini, punya peranan yang sangat penting, berjasa, dan tidak dapat diabaikan dalam perjuangan di Indonesia.&lt;br /&gt;Perjuangan para mujahid Islam yang cukup fenomenal ialah perang Sabil di Aceh, perang Diponegoro, dan Perang Paderi di Sumatera Barat. Pertempuran-pertempuran tersebut berhasil menumbangkan penjajah hingga mereka menelan kekalahan yang cukup besar. Dalam perjuangan di kawasan Nusantara, khususnya Indonesia yang mayoritas penduduknya muslimin, peranan Ajaran Islam dan sekaligus Umat Islamnya punya arti yang sangat penting dan tidak dapat dihapus dalam panggung sejarah Indonesia. &lt;br /&gt;Kaum Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler&lt;br /&gt; Beberapa agenda Belanda selama menjajah Indonesia tak hanya berwujud perang fisik dengan menggunakan senjata. Dalam beberapa kesempatan mereka menggunakan siasat-siasat politik untuk memperdaya rakyat Indonesia. Di antaranya adalah Politik Balas Budi yang dikampanyekan oleh  Van Deventer, terbukti penyalahgunaannya. Politik Deislamisasi juga dilakukan Belanda untuk menggembosi kekuatan rakyat. Siasat ini dilakukan dengan cara-cara halus melalui budaya, pendidikan. &lt;br /&gt;Keberhasilan siasat politik Belanda untuk memperdaya rakyat memang tak serta merta mendapat hasil dalam waktu yang singkat. Akan tetapi beberapa tahun kemudian, pada masa perjuangan organisasi, muncullah bibit-bibit pro-kolonial, yakni mereka para tokoh-tokoh nasional yang justru kemudian berpihak kepada Belanda. Mereka yang memiliki latar belakang pendidikan Belanda, yang kemudian berhadapan dengan tokoh Islam yang bertahan menolak diplomasi dengam penjajah. Dua pihak yang saling berseteru tersebut kemudian mengindikasikan dua kekuatan besar yang berpengaruh pada masa depan bangsa Indonesia, Kubu Nasionalisme Islam dan Nasionalisme Sekuler perjuangan mereka tumbuh dalam organisasi-organisasi pergerakan nasional. &lt;br /&gt;Sebagai salah satu yang penting pelopor awal Pergerakan Nasional di Indonesia ialah umat Islam, yaitu pada tanggal 16 Oktober 1905, lahir Sarekat Dagang Islam (SDI) yang kemudian th. 1912 jadi Sarekat Islam (SI), sebagai gerakan Ekonomi dan politik. Pada Tanggl 18 November 1912 lahir Muhammadiyah sebagai gerakan Sosial Keagamaan, dari lembaga pendidikannya menghasilkan pimpinan bangsa Indonesia yang menentang Belanda,kemudian selanjutnya Jami’atul Khoir, Al Irsyad, Jong Islamieten Bond (1922), Persatuan Islam (Persis) th. 1920, Nahdlotul Ulama ( 1926 ), dan lainnya adalah dalam kategori nasionalis Islami, yang kesemuanya punya andil dalam melawan Belanda. Di samping itu lahirlah Boedi Oetomo, 20 Mei 1908, dan Indische Partij (1912), Jong Java, PKI, Perhimpunan Indonesia (PI), PNI (1927) dan sebagainya, adalah dalam kategori nasionalis sekuler. ( Endang Syaifuddin Anshari, Piagam Jakarta: 22 Juni 1945. Thesis di Mac Gill University, Canada ).&lt;br /&gt;Perjanjian Luhur dalam Piagam Jakarta&lt;br /&gt;Menghadapi sisa kekuatan penjajah dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia merupakan saat-saat yang ditunggu oleh kaum Nasionalis baik Islam maupun Sekuler. Sebab rakyat telah terlanjur menaruh harapan kepada para tokoh nasional tersebut untuk segera mengakhiri penderitaan mereka. &lt;br /&gt;Untuk mewujudkan ‘janji’ kemerdekaan Indonesia, Jepang membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI. Pada saat mempersiapkan kemerdekaan dalam BPUPKI disidangkan konsep dasar negara, muncul konsep Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno yang telah diajukan, namun sidang belum menerima, kemudian dibentuklah panitia Ad Hock (9 anggota), yang memutuskan Rumusan Piagam Djakarta 22 Juni 1945 ( Djakarta Charter ). Gambaran naskah piagam Jakarta tersebut adalah naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ada saat ini, ditambah dengan tujuh kata sakral bagi umat Islam pada sila pertama yaitu “dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Ir. Soekarno, pada saat itu mengungkapkan bahwa Djakarta Charter merupakan konsensus nasional persatuan antara Kaum Kebangsaan dan Islam).&lt;br /&gt;Namun, pada tanggal 18 Agustus 1845, keputusan itu akhirnya dianulir atas usul seorang opsir Jepang mengatasnamakan utusan dari Indonesia Timur, yang menyatakan bahwa bila kalimat “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” tidak diubah, maka Indonesia Timur akan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberadaan opsir Jepang itulah yang hingga kini masih mengalami perdebatan. Benarkah murni sebagai suara rakyat Indonesia Timur, ataukah hanya sisa kekuatan penjajah untuk tetap mengintervensi bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;Bung Hatta lobi dengan para ulama agar dapat mengubah Piagam Djakarta demi persatuan Nasional RI. Pada awalnya para ulama tidak setuju, sebab itu sudah keputusan BPUPKI sebagai konsensus nasional, namun demi toleransi dan menjaga negara RI dari perpecahan, akhirnya disepakati dengan kalimat : “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ (peranan Ki Bagus menempatkan Yang Maha Esa sebagai Taukhid Rakyat Indonesia ). (Endang Syaifuddin Anshari, Piagam Jakarta).&lt;br /&gt;Dampak bagi Umat Islam&lt;br /&gt;Penghapusan tujuh kata sakral dalam sila pertama Pancasila membawa pengaruh bagi posisi umat Islam. Meskipun muslim adalah kelompok mayoritas, kita tetap harus berjalan sesuai aturan main demokrasi, tidak mampu memaksakan hukum Islam bahkan untuk para penganutnya. Hingga muncul sebuah pendapat, seandainya sila pertama tetap bertahan dengan rumusan Piagam Jakarta, mungkin akan lebih mudah menerapkan syari’at Islam di Indonesia saat ini. &lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarahnya, Pancasila tetap terwujud sebagai bagian dari cita-cita mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Bagaimanapun Pancasila telah terlanjur mendarah daging sebagai semangat kebangsaan atau nasionalisme. Kita sebagai umat Islam mestinya tetap mengingat bagaimana peran Islam bagi bangsa ini, serta meneladaninya sebagai semangat persaudaraan, dengan tetap menghargai perbedaan yang ada selama tidak melunturkan identitas dienul Islam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Adaby Darban, Drs., SU&lt;br /&gt;Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-3831416524062613712?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/3831416524062613712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=3831416524062613712' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/3831416524062613712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/3831416524062613712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/10/semangat-ruhul-islam.html' title='Semangat Ruhul Islam'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-5282103276479384096</id><published>2009-07-01T18:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T18:26:17.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGENDA JMF'/><title type='text'>Curhat Liburan Kurma</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CExia-Pc%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CExia-Pc%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CExia-Pc%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hosh,..hosh,.. nafas kurma kadang harus kembang kempis,..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yak, berdekatan dengan liburan, berdekatan dengan menghabiskan waktu untuk menggemukkan badan. Hohoho—namun tidak untuk KURMA. Dekat liburan, kami sudah memilah dan memilih rancangan agenda liburan yang dipenuhi persiapan Ramadhan di FISIPOL, penyambutan MABA, dan memenuhi janji-janji program kerja yang harus berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hosh,.. Bismillah, kami punya agenda untuk menerbitkan beberapa media seusai liburan nanti. Jadi, inilah waktu yang tepat untuk focus dan berusaha menyajikan yang terbaik bagi muslimin dan muslimat FISIPOL. Hahaha,.. lebay!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di penyambutan MABA&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;masa OSPEK nanti, kami akan pedekate dengan buklet MABA. Isinya macam-macam, tapi secara umum menjadi media-nya JMF yang independen, memberikan informasi all in one, dan tetap menyuarakan Islam sebagai sudut pandang utama. Mulai dari info seputar fisipol, orang2 di dalamnya, sampai halaman terakhir yang tidak kalah menarik, foto redaksi!! (virus narcisits itu tak bisa hilang,…). Target buklet adalah adek2 MABA muslim yang masih imud2 dengan dunia kampus. Semoga terbit!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, di RDF, bersamaan dengan event besar RDF-nya JMF yang lain, akan terbit juga Koran dinding dan Buletin KURMA edisi kedua. Tema besarnya yha Ramadhan. Persiapan sudah kami lakukan bebarengan dengan buklet. Ada pembagian tugas-lah gitu.. Buletin akan diperbaiki distribusi dan lay-outnya, Kording akan diperbanyak dan disebarkan ke seluruh penjuru FISIPOL. semoga Terbit!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain itu ada juga media-media mini lainnya seperti greetings announcement dan hadits for us (yang ini bener2 belum jalan!) yang menyusul. Semoga terbit!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai biro yang dituntut bisa nyari uang sendiri, kami juga akan berusaha menyusun proposal secantik mungkin dan mengirimkannya kepada para investor di sekitar jogja. Kalau dapat, uang akan digunakan untuk menutup biaya-biaya media. Semoga diterima!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Last but not least, mohon doa restu dari mas Restu dan mantan2 KURMA fighter lainnya, dan siapapun yang membaca curhat di sela kesibukan kami ini. Semoga tetap bisa ikhlas karena mengharap ridho Alloh semata. Semoga bermanfaaat!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siap meluncur lagi,….huha..huha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-5282103276479384096?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/5282103276479384096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=5282103276479384096' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5282103276479384096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5282103276479384096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/07/curhat-liburan-kurma.html' title='Curhat Liburan Kurma'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-2963718763622488085</id><published>2009-05-01T17:38:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T18:19:26.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>BUKAN BUDI UTOMO?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;    BULETIN KURMA EDISI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;    1 MEI 2009/1Jumadil Awal 1430 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Budi Utomo didirikan di Hindia Belanda alias Indonesia tempo doeloe. Organisasi ini dikatakan merupakan pemula dan pemantik munculnya organisasi-organisai lainnya yang memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur nonsenjata.Karena itulah, tanggal berdirinya Budi Utomo, yaitu 20 mei ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, diketahui ternyata Budi Utomo tak sehebat yang kita baca dari buku-buku sejarah, terutama dalam sikapnya terhadap agama islam dan bahkan penjajahan Belanda serta nasionalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya adalah ketika K.H. Firdaus AN mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam (lahir 1924 M) memberikan sebuah buku kepada Rizki Ridyasmara, seorang penulis buku-buku Islam. Pada Februari 2003 M lalu. Buku tersebut berjudul Syarikat Islam bukan Budi Utomo : meluruskan sejarah Pergerakan Bangsa. Buku tersebut menyingkap hakikat Budi Utomo yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kebangkitan Nasional dikaitkan dengan BO, wajar saja kalau kita menyangka BO selalu memakai bahasa Belanda, baik pada AD/ART mereka maupun rapat-rapat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pernah sekalipun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup Orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Rat u Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan,” papar K.H. Firdaus A.N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Pasal 2 Anggaran dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis.” Inilah tujuang BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo yang kemudian keduanya hengkang dari BO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Freemason yang Menyerang Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     Tak hanya bersifat kedaerahan, sebagian tokoh-tokoh BO menganggap Islam sebagai halangan. Isu sikap anti agama BO dibenarkan oleh sejarawan Hamid Algadrie dan DR. Rajiman. Ini sebagian contohnya yang terungkap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, didalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata , “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr.Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan dalam majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”' “Buanglah Ka'bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M.S.) Al-Lisan nomor 24, 1938.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak heran, sebagian tokoh penting BO adalah orang-orang Freemasonry Hindia Belanda. Ketua pertama BO yakni raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang Freemansory. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo.hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” karya Dr. Th.Stevens, sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Lain BO lain SI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;    Tiga tahun sebelum BO berdiri, berdirilah Sarekat Islam sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam- tepatnya pada 16 Oktober 1905. jika BO hanya terbuka untuk kaum ningrat dan feudal Jawa–Madura, keanggotaan SI terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia yang mayoritasnya muslim. Karena itulah, pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti : Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim  dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Ingin mencari gelar siapa yang lebih nasionalis, jelas SI lebih nasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kenasionalan SI juga terlihat pada tujuannya. BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan kaum Jawa Madura. Sedangkan SI bertujuan mewujudkan Indonesia raya. BO bersifat feudal dan keningratan. SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sikap anti-Belanda SI juga jelas kelihatan. Jika BO menulis AD-nya dengan bahasa Belanda, maka anggaran dasar SI ditulis dengan bahasa Indonesia. BO menggalang kerjasama dengan Belanda, tentu saja ini disebabkan tokoh-tokohnya merupakan priyayi pegawai penjajah Belanda. Berbeda dengan SI yang kebanyakan berasal dari pedagang muslim, mereka bersifat non kooperatif dan anti penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sejarah SI pun lumayan panjang, lebih panjang dari sejarah BO. SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan sempat ikut mengenyam detik-detik menjebol penjajahan Belanda merebut kemerdekaan Indonesia. Sepuluh tahun sebelum proklamasi, yaitu tahun 1935 M, BO sudah membubarkan diri. Walhasil, dengan sikapnya yang begitu anti-Belanda, SI kerap berhadapan dengan tangan kejam penjajah kafir Belanda. Beberapa kerusuhan –seperti pemogokan buruh di Mangkunegaran Solo, bentrokan dengan pedagang Cina di Solo, pemberontakan Jambi September 1916- menurut penguasa saat itu disebabkan oleh aktivitas SI. Anggota SI banyak yang ditangkap, dimasukkan ke penjara. Mereka ditembak mati oleh Belanda. Banyak pula anggota yang dibuang ke Digul, Irian (Papua sekarang). Berbeda dengan BO. Karena mereka adalah kaum ningrat priyayi pegawai Belanda, otomatis sikap represif penjajah tidak mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebenarnya 16 Oktober atau hari berdirinya Sarekat Islam lebih cocok ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Selain lebih dulu munculnya, SI lebih nasionalis dan lebih memperjuangkan kemerdekaan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tentu sebagai muslim muda plus bangsa Indonesia kita lebih bersimpati kepada SI yang nggak anti Islam dan berpikir lebih jauh nggak cuma mikirin suku tertentu, tapi mikirin rakyat se-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengganti Hari Kebangkitan Nasional memang bukan wewenang kita. Memperingatinya juga bukan kewajiban seorang muslim. Hanya saja, dengan catatan dari K.H. Firdaus A.N.,kita jadi tahu sebenarnya umat Islam negeri kita punya peran penting dalam melawan kafir penjajah. Namun, karena ada pihak-pihak tertentu yang nggak suka dengan umat Islam, peran itu pun ditutup-tutupi sehingga kita nggak tahu. Semoga kejadian seperti ini membuat kita lebih waspada terhadap makar orang-orang yang benci terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-2963718763622488085?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/2963718763622488085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=2963718763622488085' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/2963718763622488085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/2963718763622488085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/05/bukan-budi-utomo.html' title='BUKAN BUDI UTOMO?'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-699461496072227544</id><published>2009-04-26T02:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T02:37:29.182-07:00</updated><title type='text'>KURMA, Masih 'Enak Dibaca'!</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kurma, Media untuk Muslim Siapa Saja!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Tagline baru yang diluncurkan bersama kepengurusan baru biro media dan opini Jamaah Muslim Fisipol ini. Tagline lama 'Enak Dibaca' tetap akan digunakan dalam produk-produk cetaknya. Selain tagline baru, kurma juga memuat logo baru yang bersifat sementara agar lebih mudah dikenal dan digunakan pada bentuk-bentuk media yang lain.&lt;br /&gt;Akan ada beberapa penyesuaian pada blog Kurmapedia. Tentu saja setelah berkonsolidasi dengan koordinator lama, mas Restu Aji Purwaka. Tujuannya untuk mengakrabkan kembali Kurma dengan siapapun muslim yang mengaksesnya. &lt;br /&gt;Sesuai dengan tujuan tersebut, Kurma kepengurusan tahun ini menentukan tema program kerjanya : &lt;strong&gt;Menjadi Media Muslim yang Syar'i dan Terbuka, Mewujudkan fungsi Pelayanan Ummat untuk Muslim Siapa Saja.&lt;/strong&gt; Kurma mencoba menghadirkan suasana syar'i yang mudah dikenal dan dirasakan oleh semua civitas akademika Fisipol terutama kalangan muslim. Insya Alloh program-program Kurma ke depan akan dapat dirasakan manfaatnya. &lt;br /&gt;Segala saran maupun masukan insya Alloh akan ditampung dan dipertimbangkan bagi kemajuan Kurma dan yang lebih penting, untuk mewujudkan syi'ar Islam yang benar sesuai Al-Qur'an dan Sunnah, tanpa memihak salah satu golongan atau kelompok tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mayang Hadianti &lt;br /&gt;Ilmu Komunikasi 2007&lt;br /&gt;Koordinator Kurma 2009-2010&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-699461496072227544?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/699461496072227544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=699461496072227544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/699461496072227544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/699461496072227544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/04/kurma-masih-enak-dibaca.html' title='KURMA, Masih &apos;Enak Dibaca&apos;!'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-8235993675846179160</id><published>2009-04-21T18:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T00:02:36.246-07:00</updated><title type='text'>KURMA MENCARI MASSA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Se5yJ2BqMtI/AAAAAAAAABc/RgBXhYrJVlk/s1600-h/logo+kurma+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Se5yJ2BqMtI/AAAAAAAAABc/RgBXhYrJVlk/s320/logo+kurma+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_53273&lt;br /&gt;20922672739026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum Warohmatulloh Wabarokatuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut pengalihan kepengurusan yang baru, Kurma memberikan kesempatan kepada Anda!&lt;br /&gt; # mahasiswa MUSLIM Fisipol UGM&lt;br /&gt; # berasal dari segala afiliasi &lt;br /&gt; # memiliki niat bergerak di bidang media Islam&lt;br /&gt; # hanya berprinsip Al-Qur'an dan Sunnah&lt;br /&gt; # tidak harus berstatus anggota JMF dan tidak wajib menjadi anggota JMF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bergabung di biro media dan Opini&lt;br /&gt;Kurma, Media untuk Muslim Siapa Saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Daftarkan diri Anda via call / SMS ke&lt;br /&gt; 085 643 437 518&lt;br /&gt; atau email maey999@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Daftar sebelum tanggal 28 april 2009, Anda berkesempatan ikut mengusulkan program kerja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurma menanti kehadiran Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum Warohmatulloh Wabarokatuh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-8235993675846179160?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/8235993675846179160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=8235993675846179160' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8235993675846179160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8235993675846179160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/04/kurma-mencari-massa.html' title='KURMA MENCARI MASSA'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Se5yJ2BqMtI/AAAAAAAAABc/RgBXhYrJVlk/s72-c/logo+kurma+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-1213285859195578212</id><published>2009-03-21T06:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T06:14:10.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>RISET KURMA tentang FORMALISASI SYARIAT ISLAM</title><content type='html'>RISET KURMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ISLAM “YES”&lt;br /&gt;FORMALISASI SYARIAT ISLAM “NO”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hasil Polling&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah Anda tahu tentang Syari’at Islam&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Tahu: 85,7%   Tidak tahu: 14,3%&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah Anda tahu di beberapa daerah di Indonesia seperti di NAD dan beberapa kabupaten di Kalimantan menerapkan Perda Syari’at Islam&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Tahu: 80%   Tidak tahu: 20%&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setujukah Anda jika Syari’at Islam diterapkan dalam UU RI&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Setuju: 37%   Tidak setuju: 61,5%   Abstain: 1,5%&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah Anda setuju bahwa penerapan Syari’at Islamdalam UU akan berpotensi menimbulkan gerakan separatisme&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Setuju: 60%   Tidak setuju: 40% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Litbang Kurma mengadakan polling ini pada awal September 2007, untuk mengetahui reaksi mahasiswa S-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM mengenai penerapan Syari’at Islam dalam Undang-Undang.&lt;br /&gt;Polling ini dilakukan dengan metode random sampling sederhana, dengan 91 responden yang dibagi menurut kuota jurusan dan angkatan, tanpa memperhatikan keyakinan yang dianut. Dari pertanyaan tentang pemahaman terhadap Syari’at Islam, sebanyak 78 responden (85,7%) menyatakan bahwa mereka memahami Syari’at Islam. Namun kemudian menjadi menarik karena sebanyak 56 orang (61,5%) yang menyatakan paham justru menyatakan tidak setuju jika Syari’at Islam diterapkan sebagai Undang-Undang di Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Salah seorang mahasiswa jurusan Sosiologi angkatan 2005 yang enggan disebut namanya mengemukakan pendapatnya bahwa Syari’at Islam sangat luas, tidak terbatas pada jilbab, hokum potong tangan, dan sebagainya. Ia menambahakan bahwa hokum di Indonesia sudah mengandung nilai Islam jika dijalankan dengan baik. Ia juga menyatakan ketidaksetujuannya jika penerapan Syari’at Islam disamakan dengan Timur Tengah yang menurutnya sangat kaku, padahal hakikatnya Syari’at Islam tidak demikian.&lt;br /&gt;Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2006 yang juga menolak menyebutkan namanya. “Ya kalau penerapannya seperti di salah satu daerah seperti di Kalimantan yang tidak mengizinkan warga non-Islam tidak memakai jilbab, menurutku itu terlalu sempit karena Indonesia adalah Negara yang plural.”&lt;br /&gt;Kemungkinan munculnya gerakan separatis juga menjadi alasan lain atas ketidaksetujuan penerapan Syari’at Islam di Indonesia. Hasil polling menunjukkan 61,5% responden khawatir akan munculnya gerakan separatis kalau Syari’at Islam benar-benar diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Polling ini memang belum bisa dikatakan  merepresentasikan seluruh suara mahasiswa Fisipol UGM. Namun, melihat hasil polling ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden tidak setuju terhadap formalisasi syariat dalam undang-undang RI, terlebih jika penerapnnya dilaksanakan dengan kaku seperti persepsi mayoritas responden dalam polling ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-1213285859195578212?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/1213285859195578212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=1213285859195578212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/1213285859195578212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/1213285859195578212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/riset-kurma-tentang-formalisasi-syariat.html' title='RISET KURMA tentang FORMALISASI SYARIAT ISLAM'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-7056979185357823942</id><published>2009-03-21T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T05:42:50.589-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>BERJALAN DENGAN KEMANDIRIAN</title><content type='html'>MAJALAH KURMA&lt;br /&gt;EDISI DZULQA'DAH 1428 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERJALAN DENGAN KEMANDIRIAN&lt;br /&gt;SEBUAH RENUNGAN DARI ABU DZAR AL-GHIFARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berjalan sendirian, akan meninggal sendirian dan dibangkitkan sendirian. Itulah ungkapan Rasulullah saw untuk Abu Dzar al-Ghifari. Saat itu Rasulullah bersama pasukan Islam sedang istirahat di Tabuk. Ketika Abu Dzar hendak berangkat ke Tabuk, Rasulullah dengan pasukannya sudah meninggalkan kota Madinah. Sementara Abu Dzar masih terus mencari-cari perbekalan yang akan ia bawa dan kendaraan. Namun yang ia dapatkan hanya seekor keledai lemah. Tak palah, ia berharap keledai itu bias membawa perbekalan, meski ia harus berjalan.&lt;br /&gt;Apa hendak dikata, belum jauh berjalan, binatang itu sudah loyo dan memperlambat perjalanan Abu Dzar. Itu pun tak bertahan lama. Akhirnya, ia panggul barang bawaannya dan membiarkan keledai itu pergi. Maka sahabat yang agung ini berjalan kaki sendirian menyusul rombongan Rasulullah. Saat itulah, dari kejauhan Rasulullah melihat sebuah titik hitam. Rasulullah yakin, itu adalah Abu Dzar. Lalu keluarlah ucapan beliau diatas.&lt;br /&gt;Abu Dzar adalah contoh sebuah perjuangan dalam kesendirian, symbol betapa perjuangan harus tetap berjalan, meski tinggal sendiri tanpa kawan. Seperti kisah perang Tabuk yang sarat pelajaran itu. Saat itu, kas Negara tidak menyimpan banyak uang. Di saat suhu udara panas membakar, tersiar kabar Romawi akan menyerang. Karenanya, untuk pergi ke Tabuk yang jauhnya sekitar 900 Km, kaum muslimin harus membekali dan mempersenjatai diri sendiri.&lt;br /&gt;Al-Quran merekam satu sisi kesulitan yang terjadi saat itu. “Dan tiada (pula dosa bila tidak ikut berperang) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan” (QS 9:92).&lt;br /&gt;Betapa sedihnya tak bisa membiayai diri sendiri untuk berangkat bersama Rasulullah. Tapi, di sisi lain, banyak pengecut-pengecut yang memanfaatkan firman Allah tersebut. Tentu saja orang munafik semakin merasa mendapat “legitimasi” untuk tidak ikut berperang. “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka” (QS 9: 42).&lt;br /&gt;Bagi orang-orang munafik, perang Tabuk, seperti perang-perang lainnya, penuh ketidakpastian. Pengorbanan, kesulitan dan bahkan kematian sudah pasti. Sementara kompensasi material dari segala pengorbanan itu, bagi mereka belumlah pasti. Mereka menganggap pengorbanan apapun akan sia-sia, kecuali berefek langsung pada perolehan hal-hal yang bersifat duniawi.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Abu Dzar. Jarak yang sama, tingkat kesulitan yang sama, ia tempuh tanpa keluh kesah, tanpa rasa berat, walaupun terik matahari panas membakar. Ia menempuh jarak 900 Km, berjalan kaki sendirian. Abu Dzar memang istimewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan dari sosok Abu Dzar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini berbagai belahan bumi Islam sedang merana. Menanti para pejuang yang akan mengulang sejarah emas perang Tabuk, terutama keteladanan sosok Abu Dzar. Saat semangat kolektivitas tak bias diharapkan, maka kepedulian pribadilah yang bisa jadi tumpuan. Ketika berbagai lembaga, organisasi, instititusi, atau apapun tak banyak membantu perjuangan, maka semangat seorang dirilah yang mampu menyambung nyawa perjuangan.&lt;br /&gt;Banyak orang mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia. Mereka juga suka ‘merintih’ tentang kurangnya dukungan financial. Fasilitas yang minim sering dikambinghitamkan dalam persoalan beratnya perjuangan Islam. Memang, tak mungkin menutup mata dari semua realitas itu. Tapi, pernahkah perjuangan berlalu tanpa beban? Karenanya, sosok Abu Dzar, tak sekedar ditafsirkan semangat kesendirian. Tapi lebih dari itu, adalah etos kemandirian yang luar biasa dari seorang Abu Dzar. Dalam segala keterbatasannya, ia tak mau merepotkan orang lain. Apalagi sampai “menggunting dalam lipatan”.&lt;br /&gt;Sosok Abu Dzar juga mengingatkan kita akan satu hal yang sangat mendasar dalam perjuangan Islam, yakni ikhlas. Dengan ikhlas, seorang muslim menyadari bahwa tak ada pengorbanan yang sia-sia di mata Allah. Semua jerih payah akan diganti oleh Allah dengan imbalan yang berlipat ganda. Simaklah janji Allah dalam QS At Taubah 120: “Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”.&lt;br /&gt;Selain itu, di tengah perjuangan, sering muncul kecemburuan, ketersinggungan, karena senioritas dan hal lainnya. karenanya, dengan hati yang ikhlas, semua itu Insya Allah bisa dihilangkan. Rasa cemburu hanya membuka front dengan pihak yang sebetulnya bukan untuk dimusuhi. Dengan ikhlas, perjuangan Islam tidak akan disibukkan intrik-intrik atau konflik duniawi. Maka, jika ada yang harus dibenahi pada perjuangan Islam saat ini, pastikanlah nomoir satunya adalah penempaan jiwa ikhlas di setiap personel. Siap berjuang, meski hanya tinggal seorang. Yang tidak pernah terlalu berharap pada orang lain, mengandalkan, apalagi bergantung kepada orang lain. Wallahu A’lam bi showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizki Indrajaya&lt;br /&gt;Ketua Umum Jama'ah Muslim Fisipol (JMF) 2007-2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-7056979185357823942?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/7056979185357823942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=7056979185357823942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7056979185357823942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7056979185357823942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/berjalan-dengan-kemandirian.html' title='BERJALAN DENGAN KEMANDIRIAN'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-8209959362254404154</id><published>2009-03-20T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T22:01:46.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>PROBLEM FORMALISASI SYARIAT ISLAM DI TENGAH PLURALITAS BANGSA</title><content type='html'>MAJALAH KURMA&lt;br /&gt;EDISI DZULQA'DAH 1428 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROBLEM &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FORMALISASI SYARIAT ISLAM&lt;/span&gt; DI TENGAH PLURALITAS BANGSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegaknya ajaran agama atau ideologi yang dianut di muka bumi. Saya menyangsikan jika seorang penganut agama atau ideologi apapun di dalam hatinya tidak terbersit keinginan tersebut. Demikian juga dengan kaum muslimin, siapapun dia, pasti keinginan itu ada meskipun interpretasi terhadap tegaknya makna 'tegaknya ajaran agama' belum tentu sama.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan tegaknya ajaran agama Islam, umat Islam dihadapkan pada persoalan seperti apa dan bagaimana metode menegakkan syariat Islam. Apakah ajaran Islam yang hendak ditegakkan perlu dikontekstualisasi atau tidak? Apakah dalam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;penegakan syariat Islam&lt;/span&gt; perlu diformalkan melalui negara Islam atau negara nehara yang bersifat sekuler? Beberapa pertanyaan tersebut muncul ke permukaan dalam debat penegakan syariat Islam.&lt;br /&gt;Menjawab persoalan tersebut, diantara umat Islam terjadi perbedaan. Sebagian umat Islam menginginkan kontekstualisasi ajaran Islam dan tidak melibatkan negara dalam penegakannya. Kelompok ini beberapa sering menyebut dirinya sebagai ' Islam liberal', ' Islam transformatif' atau ' Islam modernis'. Sementara itu sebagian menginginkan 'ajaran Islam sebagaimana adanya' dan menginginkan syariat Islam diformalkan oleh negara. Kelompok ini sering diberi label yang tendensius sebagai 'fundamentalis' atau 'kelompok formalis', suatu label yang sesungguhnya tidak tepat.&lt;br /&gt;Apabila ditelisik dalam sejarah Indonesia, ketegangan diantara kedua kelompok tersebut terus mengemuka di banyak momentum dan kesempatan. Bahkan, sebagai konsekuensi masyarakat Indonesia yang plural ketegangan itu melibatkan komunitas di luar Islam. Beberapa momen ketegangan  dapat dilihat dari detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaaan, sidang konstituante, tiap momentum pemilu, sampai pada empat kali sidang amandemen UUD 1945. fenomena paling kontemporer adalah kontroversi penerapan 'Peraturan Daerah Syariat Islam' di 22 kabupaten/kota di Indonesia yang dipersoalkan 56 anggota DPR.&lt;br /&gt;Terkait dengan masyarakat Indonesia yang plural, ada tiga persoalan serius yang harus dijawab oleh mereka yang setuju dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;formalisasi syariat Islam&lt;/span&gt;. Persoalan itu adalah posisi kewarganegaraan, daya jangkau berlakunya  Islam, dan toleransi pluralitas bermadzab di internal umat Islam sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pada persoalan pertama, sebagian umat Islam mendefinisikan posisi kewarganegaraan seseorang adalah dari keyakinan yang dipeluknya. Melalui konsep dzimmi, umat Islam diletakkan sebagai warga kelas satu dan yang lain sebagai warga negara inferior. Konsep dzimmi memilah manusia pada tiga kategori yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Muslim, Ahlul Kitab dan Kafir&lt;/span&gt;. Skema dasar dari konsep ini, menurut An-Na'im (2007:201), adalah muslim yang berhak menjadi anggota penuh komunitas politik, sehingga Ahlul Kitab sebagai anggota tidak penuh dan Kafir tidak memiliki kualifikasi untuk mendapatkan pengakuan hukum atau perlindungan kecuali perlindungan kontemporer karena alasan-alasan praktis seperti perniagaan dan diplomasi. Konsep dzimmi menandakan adanya perlindungan negara terhadap hak-hak dasar dan otonomi komunal yang terbatas bagi masyarakat masyarakat non-Muslim (ahl al dzimmah) sebagai konsesi atas pengakuan mereka atas kedaulatan Muslim (Ibid, 199). menurut an0-Naim, dalam konsep dzimmi ahlul kitab mendapatkan jaminan keamanan atas diri dan hartanya, kebebasan untuk melakukan kewajiban agamanya dengan otonomi komunal dan privat untuk mengelola urusan-urusan internalnya. Sebagai balasan, komunitas Ahlul Kitab harus membayar pajak (jizyah) dan mematuhi perjanjian yang mereka buat dengan negara. Posisi kewarganegaraan dalam perspektif tersebut diatas tentu saja berlawanan secara diametral dengan kewarganegaraan dalam konsep negara bangsa yang dianut Indonesia. Pada negara bangsa, seluruh warga negara memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sejajar. Tidak ada hierarki, diskriminasi, pemaksaan dan superioritas terhadap satu kelompok masyarakat oleh kelompok masyarakat yang lainkarena perbedaan keyakinan. Semua warga negara berhak untuk menduduki jabatan-jabatan politik dan publik, tanpa pengecualian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada persoalan kedua, yaitu daya jangkau berlakunya syariat Islam, timbul pertanyaan apakah implementasi syariat Islam dikhususkan kepada umat Islam semata, atau melingkupi seluruh kelompok di luar umat Islam. Apabila daya jangkau syariat Islam terbatas pada umat Islam semata, maka pluralisme hukum nasional menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Selain itu, kelompok masyarakat selain umat Islam juga mesti diberikan haknya jika menginginkan pelaksanaan syariat berdasarkan keyakinan dan adat istiadatnya. &lt;br /&gt;Sebaliknya, apabila daya jangkau syariat Islam meliputi seluruh klompok di luar umat Islam atau dengan kata lain syariat Islam menjadi hukum nasional akan terjadi konflik identitas dari kelompok masyarakat di luar umat Islam. Bayangan terjadinya konflik seperti itu seperti yang terjadi pada diri umat Islam yang memperjuangkan formalisasi syariat. Konflik itu dalam tingkat paling rendah adalah perasaan tereksklusi. Dampak atas situasi tersebut adalah komunitas di luar Islam tidak akan berperan signifikan.&lt;br /&gt;Problem terakhir atas agenda formalisasi syariat Islam adalah toleransi 'pluralitas bermaddzab' di internal umat Islam sendiri. Ketiak terjadi formalisasi, kontestasi madzab menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Persoalannya adalah sejauh mana toleransi antara madzab yang memenangkan kontestasi dengan yang kalah. Pertanyaan ini penting diajukan karena ada kecenderungan intoleransi terhadap pemikiran yang berbeda sering dihakimi secara semena-mena. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;sebagai catatan akhir, di luar ketiga persoalan yang dibahas diatas, formalisasi syariat Islam pada masyarakat plural juga kan problematik pada proses legalisasi atau pembangunan konsensus. Dengan memanfaatkan peluang yang ada pada demokrasi liberal, besar kemungkinan akan timbul diktator mayoritas. Atas nama suara mayoritas , partisipasi dan aspirasi dari kelompok-kelompok minoritas 0-baik di dalam umat  Islam maupun di luar Islam- boleh jadi diabaikan.&lt;br /&gt;Tetapi harus diingat pula bahwa atas nama partisispasi oleh demokrasi yang egaliter , tidak boleh terjadi tirani minoritas. Minoritas perlu juga menghargai aspirasi mayoritas. Yang terpenting dalam relasi ini adalah proses konsensus untuk saling menghargai dan menjaga eksistensi secara kreatif. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Begitu kompleknya persoalan yang melingkupi agenda formalisasi syariat Islam maka bagi mereka yang menjadikannya sebagai agenda aksi perlu secara sangat hati-hati mengambil langkah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit Pamungkas&lt;br /&gt;Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-8209959362254404154?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/8209959362254404154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=8209959362254404154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8209959362254404154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8209959362254404154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/problem-formalisasi-syariat-islam-di.html' title='PROBLEM FORMALISASI SYARIAT ISLAM DI TENGAH PLURALITAS BANGSA'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-8020654863490065424</id><published>2009-03-20T20:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T20:17:17.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>ANEKDOT REKTOR UGM</title><content type='html'>MAJALAH KURMA&lt;br /&gt;EDISI DZULQA'DAH 1428 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANEKDOT REKTOR UGM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sulap, bukan sihir, apalagi gosip, ini dia beberapa anekdot mengenai mantan orang nomor satu di kampus biru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Paling terkenal sekaligus tidak dikenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di mata rakyat Jogja -dan mungkin Indonesia- nama Prof. M. Sarjito dikenal sebagai nama rumah sakit terbesar di jogja. Padahal pak Sardjito adalah pejabat rektor pertama UGM. Mengenai jabatannya sebagai rektor di UGM inilah yang tak banyak diketahui oleh masyarakat. Tak pelak, nama Prof.Dr. Sardjito memang sangat dikenal, namun juga tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ramah Rakyat Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prof. Koesnadi Hardjosoemantri terkenal dengan kebijakannya membangun 'gubug-gubug' bakso, es teler dan sup buah di berbagai sudut UGM. Sebelumnya para pedagang ini berjualan di sembarang tempat. Oleh Pak Koesnadi, alih-alih pedaganag ini diusir, justru mereka difasilitasi. Sayangnya, kini hanya tersisa satu, yaitu terletak diantara Fakultas Ilmu Budaya dan parkiran Fakultas Ekonomika dan Bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dituduh Pengkhianat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prof. Sofian Effendi (rektor UGM 2002-2007) pernah dituduh sebagai pengkhianat agenda reformasi karena membocorkan pertemuan rahasia antara Amien Rais, Afan Gaffar, Ichlasul Amal serta sejumlah tokoh reformasi lain. Sofian menyampaikan memo pertemuan tersebut kepada Wakil Presiden BJ Habibie. Sofian sendiri berdalih bahwa dia melakukan itu untuk menyelamtkan teman-temannya dari tuduhan makar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gundukan Sukadji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posisi tidur -yang sedemikian banyaknya di wilayah kampus UGM- mulai dibangun pada masa Prof. Sukadji Ranuwihardjo. Akibat kebijakan ini, sebagian warga UGM merasa tidak nyaman dengan polisi-polisi tidur ini yang kemudian menamakannya “Gundukan Sukadji”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-8020654863490065424?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/8020654863490065424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=8020654863490065424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8020654863490065424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/8020654863490065424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/anekdot-rektor-ugm.html' title='ANEKDOT REKTOR UGM'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-3541699615150482180</id><published>2009-03-20T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T20:55:10.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>SILAHKAN HUJAT KAMI, TUAN PAUS</title><content type='html'>KURMA JUM'AT&lt;br /&gt;MINGGU III SEPT.2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SILAHKAN HUJAT KAMI, TUAN PAUS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kabar baru yang dibawa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad&lt;/span&gt; kalian bakal menjumpai hal-hal yang tidak manusiawi sebagaimana perintahnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menyebarkan agama&lt;/span&gt; yang dipeluknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dengan pedang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalimat tersebut merupakan petikan pidato Paus pada Selasa, 12 September 2006 lalu di Universitas Regenburg, Bavaria, Jerman. Paus mengutip kalimat itu dari ucapan seorang kaisar Byzantium, Manuel II Paleologus ketika sedang bercaka-cakap dengan seorang Persia terpelajar.&lt;br /&gt;Barangkali takkan ada masalah jika kalimat tersebut hanya diucapkan secara terbatas pada sidang Gereja. Namun apa jadinya jika hal itu disampaikan di depan publik secara terbuka? Ditambah lagi yang mengucapkannnya adalah Paus, pemimpin tertinggi penganut Katolik sedunia?!&lt;br /&gt;Adalah wajar bila kemudian kutipan ini menuai protes dari umat Muslim. Bagaimana pun, meski Vatikan berkelit bahwa Paus hanya mengutip dan kutipan tersebut tidak sesuai dengan pendapat pribadinya, kalimat tersebut telah melukai perasaan umat Islam. Siapapun yang mendengarnya saat pertama kali akan menemukan atmosfer kebencian yang begitu kuat terhadap Islam. Bahkan secara langsung kalimat tersebut 'menyerang' Islam dengan julukan agama kekerasan, agama barbar.&lt;br /&gt;Meski dengan jelas telah keliru, apalagi diketahui pidato itu Paus sendiri yang menyusunnya, Paus Benedictus enggan meminta maaf secara eksplisit. Yang keluar dari bibirnya hanya “Saya sangat menyesal atas terjadinya reaksi di sejumlah negara terhadap pernyataan yang saya ucapkan di Universitas Regenburg yang dianggap serangan terhadap sesuatu yang sensitif bagi Muslim” (Republika, 18/9/06).&lt;br /&gt;Mendagri Turki, Mehmet Aydin menanggapinya dengan sinis, “sebenarnya persoalan apa yang disesalkan Paus? Apakah penyesalan karena telah menyakiti hati umat Islam, ataukah menyesal atas konsekuensi yang kemudian muncul dari pernyataan tersebut?” apapun itu, yang pasti dalam kasus ini, Paus memang tidak memiliki itikad baik untuk mengaku salah. Namun, beruntunglah dunia Islam memiliki seorang Ahmadinejad. Dalam pernyataannya di sela kunjungan ke Venezuela, Ahmadinejad berkata bahwa ia menerima penyesalan Paus, dengan catatan tidak akan ada lagi pengulangan. Setelah itu, perlahan gelombang protes mulai surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Silahkan Hujat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;pernyataan Paus tentang umat Islam tersebut jelas bukan sesuatu yang bijaksana. Bahkan dalam editorialnya, koran Tempo (19/9/06) menyebutnya sebagai 'blunder' yang berbahaya. Apalagi jika ditilik dari suhu yang sedang panas selepas peristiwa 11 September dan pemuatan karikatur Nabi Muhammad. Maka ucapan Paus ini -sekalipun dikatakan hanya mengutip- seolah menjadi pelengkap pandangan sinis Barat terhadap umat Islam. Secara umum ini dapat diartikan Paus mengamini pandangan Barat yang menyamakan Islam dengan terorisme.&lt;br /&gt;Seharusnya, jika ia cerdas dan bijak, ia akan belajar dari peristiwa beberapa bulan sebelumnya, bagaimana kerasnya protes umat Islam atas pemuatan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kartun Nabi Muhammad &lt;/span&gt;di koran Jyllend Posten asal Denmark. Mungkinkah Paus lupa bagaimana  umat Islam dari Maroko, kawasan Teluk bahkan di Eropa dan AS bersatu mengecam keras tindakan tak terpuji tersebut? Apapun itu, seharusnya sebagai seorang yang telah mendalami agama selama puluhan tahun, ia paham betapa sensitifnya isu agama. Bukankah salah satu tanda keimanan itu bisa dilihat dari bagaimana seorang memperlakukan saudaranya yang berbeda iman?&lt;br /&gt;Jika Paus ingin menguji kekuatan umat Islam, maka ia telah melakukan kesalahan terbesar. Umat Islam memang terpecah belah -dalam arti tidak memiliki satu pimpinan tertinggi layaknya Paus dalam agama Katolik- namun perlu dicatat bahwa mereka tetap satu keyakinan. Dan sekali keyakinan itu ternoda, tak pelak umat Islam dari glongan manapun akan membela. Perlu diingat juga umat Islam itu tidak sedikit jumlahnya, dan bila semua bersatu dan menggaungkan takbir, maka takkan ada yang mampu mengalahkan mereka. Silahkan hujat, karena semakin sering dihujat, semakin erat rasa bersatu dan semakin cepat pula datangnya kehancuran kaum kafir yang tiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapa yang Membawa Pedang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah dalam sejarah Islam kita dapati Rasulullah meneyrang suatu kaum tanpa sebab? Pernahkah Rasulullah melakukan paksaan terhadap orang kafir untuk masuk Islam? Jawabannya: TIDAK! Dalam Shirah Rasulullah bersama dengan pasukan Muslim memang melakukan dan melewati peperangan dengan kafir Quraisy. Tapi, perlu dicatat Rasulullah tak pernah menyerang jika pihak musuh tidak memulai pertempuran lebih dahulu. Pun tidak pernah kita temukan adanya pemaksaan bagi seseorang atau suatu kaum untuk memeluk Islam. Karena Islam sendiri sangat menghormati hak umat lain sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Kafiruun 6: Untukmu agamamu, untukku agamaku.&lt;br /&gt;Sebagai contoh konkret, Rasulullah membuat piagam Madinah demi menghormati hak setiap suku, agama, ras yang ada di Madinah. Lalu pedang seperti apa yang dibawa Nabi Muhammad yang dikatakan tidak manusiawi itu?&lt;br /&gt;Jika pedang itu bermakna keberanian untuk menegakkan perdamaian, kebenaran dan keadilan, maka jawabannya: Ya.&lt;br /&gt;Kita juga bisa membandingkan dengan bagaimana perlakuan yang diaapat tawanan Israel oleh pejuang Palestina dengan tawanan Muslim di Guantanamo. Tawanan Israel itu dapat berkirim surat pada keluarganya untuk mengabarkan dirinya baik-baik saja. Sementara, tahanan Muslim Guantanamo disiksa dengan cara-cara tidak manusiawi. Jangnkan menulis surat, untuk berbaring saja mereka harus menahan sakit yang luar biasa. Jadi, siapa sesungguhnya yang membawa pedang?&lt;br /&gt;Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-3541699615150482180?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/3541699615150482180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=3541699615150482180' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/3541699615150482180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/3541699615150482180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/silahkan-hujat-kami-tuan-paus.html' title='SILAHKAN HUJAT KAMI, TUAN PAUS'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-7687319976194905663</id><published>2009-03-20T17:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T21:00:37.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARYA KURMA'/><title type='text'>MEMAHAMI INDONESIA DENGAN ISLAM  Tinjauan Sejarah Indonesia Untuk Menjawab Perdebatan Seputar Formalisasi Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MAJALAH KURMA&lt;br /&gt;EDISI DZULQA'DAH 1428 H&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMAHAMI INDONESIA DENGAN ISLAM:&lt;br /&gt;Tinjauan Sejarah Indonesia Untuk Menjawab Perdebatan Seputar &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formalisasi Syariat Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;  &lt;!--   @page { margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Indonesia ialah wajah baru dari Nusantara. Keterikatan historis, kultur, serta etnografi sangat erat hingga keduanya adalah sesuatu yang sama. Indonesia kita sepakati sebagai nama untuk satu wilayah dan semua yang ada diatasnya pasca 1945, sedang Nusantara kita sepakati sebagai nama untuk satu wilayah dan semua yang ada diatasnya pra 1945.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Wajah Indonesia / Nusantara sebagai sebuah komunitas selalu mencari bentuk yang paling sesuai. Sebagai sebuah komunitas terbayang (Imagined Communities: Ben Anderson), karakter merupakan satu hal terpenting dalam membangun Indonesia ke depan. Karakter secara ilmiah menjadi legitimasi dari sebuah perencanaan pembangunan Indonesia ke depan. Islam misalnya, menjadi satu karakter utama yang tidak bisa dipisahkan dari negeri Muslim (negeri yang penduduknya mayoritas Muslim) terbesar di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Satu paradoks yang terjadi di negeri muslim ini, yang menjadi perdebatan tiada henti paling melelahkan, ialah &lt;b&gt;formalisasi syariat Islam sebagai hukum positif di Indonesia&lt;/b&gt;. Banyak pihak menuding hal itu sebagai pelanggaran terhadap ke-Indonesia-an dengan rakyatnya yang beragam. Tapi benarkah itu sebagai bentuk pelecehan terhadap agama (Islam) dan pelanggaran terhadap selain umat Islam di Indonesia?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menjadi bangsa yang besar, Indonesia benar-benar paham bahwa salah satu kunci utamanya adalah &lt;b&gt;JASMERAH&lt;/b&gt; (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Ucapan Soekarno ini menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tersebut melandaskan arah geraknya berdasarkan sejarah. Maka, sesungguhnya Indonesia mempunyai akar sejarah Islam yang kuat dan menjadi motor utama dari perwujudan Identitas Ke-Indonesiaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pertama, sejak abad ke-11 ketika peradaban Islam membangun dunia, Nusantara  telah berinteraksi dengan Islam secara kuat. Puncaknya pada abad ke-13 sampai abad ke-15, Islam menjadi identitas Nusantara dengan berdirinya kerajaan Islam di bawah kekhalifahan Turki Utsmani yang mewujudkan kesejahteraan waktu itu. Hampir di setiap tempat yang dinamakan  Indonesia sekarang adalah kerajaan Islam yang menerapkan Islam sebagai hukum positif dan identitasnya. Termasuk penggunaan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa pengantarnya yang kemudian terlihat dari wujud bahasa Indonesia (Melayu) yang mengadopsi perbendaharaan kata dari bahasa Arab.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kedua, pasca kedatangan penjajah Eropa dengan penindasan kapitalis dan kebiadaban materialis, Indonesia dahulu mengalami goncangan yang sangat hebat. Kemakmuran dibawah kerajaan Islam saat itu berubah menjadi kesengsaraan dan kebodohan. Perdagangan Internasional terhambat karena praktek monopoli dagang penjajah. Di sisi lain, kestabilan ekonomi  dan politik dihancurkan penjajah dengan politik adu domba. Hasilnya, muncullah penguasa di berbagai kerajaan Islam di Nusantara yang kala itu bukannya memihak rakyat, tetapi justru memihak penjajah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Puncaknya, dalam peperangan Diponegoro, kekuatan rakyat dan para pemimpinnya berusaha mengembalikan kesejahteraan dan identitas Islam di Nusantara.namun, perang totaliter itu dimenangkan penjajah dan para sekutunya dari kalangan pribumi. Namun, kemenangan mereka bukan kemenangan mutlak, karena ternyata 3 atau 4 generasi setelah itu, perjuangan suci itu muncul kembali dengan lahirnya Sarekat Dagang Islam (SDI) yang kemudian menjadi SI sebagai peletak dasar utama dan pertama dalam identitas ke-Indonesiaan di abad ke-20.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;SI menjadi perekat muslim di Nusantara yang saat iru menjadi warga kelas tiga karena kemusliman mereka. Bahkan ikatannya melampaui batas teritori yang sekarang menjadi  Indonesia. Namun, respon penjajah yang diberikan kini berbeda dengan respon yang biasa diberikan pra perang Diponegoro. Dari perang Diponegoro, penjajah paham bahwa keuntungan yang sesungguhnya adalah pada saat Nusantara dapat melayani kebutuhan mereka meskipun mereka tidak politik etis dan diimporlah ideologi memerintah secara langsung. Maka muncullah politik etis dan masuknya ideologi kapitalisme, marxisme, materialisme, paham evolusi serta berbagai pemikiran lainnya yang membuat Nusantara harus bergantung secara kepribadian dan integritasnya kepada penjajah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Maka, dengan kolaborasi yang sangat canggih itu, penjajah mematahkan kembali cita-cita yang tak pernah henti dari para pahlawan yang terus dipertahankan dari abad ke-13 tersebut. Tanpa perlu pembahasan yang panjang lebar,  Indonesia lahir sebagai negara-bangsa. Islam menjadi motor utama dalam melahirkan dan mempertahankannya. Di bpupki, meski jumlah perwakilan Islam hanya seperempat dari total seluruh anggota, namun memberikan identitas utama dalam ke-Indonesiaan dengan lahirnya Piagam Jakarta. Revolusi  Indonesia sebagai revolusi Islam (Hamka: 1980), digerakkan oleh takbir dan pengumuman kewajiban berjihad oleh para pemimpin Islam. Hasilnya peperangan Surabaya, Ambarawa dan lainnya yang bisa mempertahankan  Indonesia. Namun seperti sejarah sebelumnya, penjajah selalu tidak senang dengan hal tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Maka muncullah sepanjang 5-6 dekade selepas kemerdekaaan  Indonesia, intervensi dari penjajah dengan neokolonialismenya. Dan terhitung, ideologi impor dari mulai komunisme dan kapitalisme menghasilkan kesejahteraan dan keamanan di negeri penjajah dan hanya menyisihkan kebodohan serta kesengsaraan di nusantara. Sayangnya, banyak yang belum menyadari kenyataan sejarah dan realitas ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Pasca reformasi, rakyat Indonesia mulai kembali membangun kejayaaannya dengan Islam. Etika pergaulan, kehidupan sosial dan kenegaraan mulai dibenahi dengan kesesuaian karakter asli ke- Indonesiaan. Seperti sudah bisa ditebak, penjajah mengirim berbagai paham baru untuk mencegah kejayaan tersebut. Paham multikulturalisme, pluralisme, feminisme liberalisme serta paham lainnya yang membingungkan di kalangan rakyat Indonesia. Bahkan, Islam kini dicitrakan sebagai terorisme. Diponegoro, bisa dipastikan bila hari ini masih hidup akan dikatakan sebagai teroris. Begitu juga dengan Imam Bonjol, Tjut Nyak Dien dan pahlawan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Berangkat dari kesadaran sejarah dan realitas itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;perdebatan tentang formalisasi syariat Islam, sesungguhnya adalah perdebatan antara kesejahteraan dan kesengsaraan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Tinggal memilih, hendak menyengsarakan dan mensejahterakan siapa? Apakah mensejahterakan penjajah atau menyengsarakan penjajah atau sebaliknya?, hanya orang cerdas yang mampu untuk memberikan jawaban yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.43in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="right"&gt;-Randi Muchariman-&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="right"&gt;Penggiat Ulul Albab Center (UAC)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-7687319976194905663?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/7687319976194905663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=7687319976194905663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7687319976194905663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7687319976194905663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/memahami-indonesia-dengan-islam.html' title='MEMAHAMI INDONESIA DENGAN ISLAM  Tinjauan Sejarah Indonesia Untuk Menjawab Perdebatan Seputar Formalisasi Syariat Islam'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-5027352023846045200</id><published>2009-03-19T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T22:46:03.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGENDA JMF'/><title type='text'>MUBES JMF 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;YUK RAME-RAME!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Datang ke MUBES (Musyawarah Besar) Jama'ah Muslim Fisipol UGM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabtu s/d Ahad 21-22 Maret 2009 Pukul 07.30&lt;br /&gt;@ R 102 B (GKU Lt. 1 Depan Mushola Fisipol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan suara dan kepedulianmu! Semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Badan Pekerja Mubes-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-5027352023846045200?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/5027352023846045200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=5027352023846045200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5027352023846045200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/5027352023846045200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/mubes-jmf-2009.html' title='MUBES JMF 2009'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-233127396717627543</id><published>2009-03-14T02:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:54:06.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TENTANG FISIPOL UGM'/><title type='text'>ORIENTASI JURUSAN DI FISIPOL UGM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERIKUT INI ADALAH TUJUAN PERKULIAHAN DARI MASING-MASING JURUSAN DI FISIPOL UGM&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAfmK9ddI/AAAAAAAAABI/YMv6XOiIs4o/s1600-h/IP.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAfmK9ddI/AAAAAAAAABI/YMv6XOiIs4o/s320/IP.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312981465724450258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAR-bhqtI/AAAAAAAAABA/QsEin9oRXqs/s1600-h/HI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAR-bhqtI/AAAAAAAAABA/QsEin9oRXqs/s320/HI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312981231718214354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuADXr_WeI/AAAAAAAAAA4/YpXeT9pSaHY/s1600-h/AN.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuADXr_WeI/AAAAAAAAAA4/YpXeT9pSaHY/s320/AN.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312980980800117218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAsETunnI/AAAAAAAAABQ/0Yl4GKY-PoI/s1600-h/KOM.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAsETunnI/AAAAAAAAABQ/0Yl4GKY-PoI/s320/KOM.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312981679972720242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JURUSAN ILMU SOSIATRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fokus Kajian ilmu Sosiatri adalah membangun masyarakat melalui pemecahan masalah-masalah sosial sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Jurusan ini membagi kurikulum menjadi dua konsentrasi, yaitu kebijakan sosial (social policy) dan pengembangan masyarakt (social development).&lt;br /&gt;Konsentrasi yang pertama menganalisis berbagai usaha yang dilakukan dalam memecahkan masalah-masalah sosial dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial. Usaha tersebut termanifestasi ke dalam penyediaan pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, jaminan sosial dan pekerjaan sosial dengan paradigma welfare pluralism.&lt;br /&gt;Konsentrasi kedua mengelaborasi konsep, pendekatan, dan program yang bermaksud untuk melakukan pengembangan kapasitas khususnya penduduk marginal agar mereka dapat mengelola lembaga lokal dan sumber daya secara mandiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-233127396717627543?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/233127396717627543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=233127396717627543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/233127396717627543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/233127396717627543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/orientasi-jurusan-di-fisipol-ugm.html' title='ORIENTASI JURUSAN DI FISIPOL UGM'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/SbuAfmK9ddI/AAAAAAAAABI/YMv6XOiIs4o/s72-c/IP.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-2967963357888018290</id><published>2009-03-14T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T20:39:53.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TENTANG FISIPOL UGM'/><title type='text'>DENAH FISIPOL UGM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DENAH FISIPOL UGM TERBARU DARI KAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbt9JiuQW-I/AAAAAAAAAAw/5-s4N58Uksw/s1600-h/denah+fisipol.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbt9JiuQW-I/AAAAAAAAAAw/5-s4N58Uksw/s320/denah+fisipol.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312977788306742242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-2967963357888018290?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/2967963357888018290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=2967963357888018290' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/2967963357888018290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/2967963357888018290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/denah-fisipol-ugm.html' title='DENAH FISIPOL UGM'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbt9JiuQW-I/AAAAAAAAAAw/5-s4N58Uksw/s72-c/denah+fisipol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1399252913381059225.post-7007298041396153445</id><published>2009-03-14T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T02:22:16.734-07:00</updated><title type='text'>SALAM HANGAT DARI KAMI</title><content type='html'>Blog ini bertujuan untuk memuat selain karya Kurma juga untuk menjadi referensi bagi saudara-saudara untuk mengetahui segala pengetahuan mengenai segala hal ditinjau dari segi perspektif Islam. &lt;p&gt;Salam KURMA: Enak Dibaca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalamu'alaikum warokhmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1399252913381059225-7007298041396153445?l=kurma-jmf-ugm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/feeds/7007298041396153445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1399252913381059225&amp;postID=7007298041396153445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7007298041396153445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1399252913381059225/posts/default/7007298041396153445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurma-jmf-ugm.blogspot.com/2009/03/salam-hangat-dari-kami.html' title='SALAM HANGAT DARI KAMI'/><author><name>KURMAPEDIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14443937674034420422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_-MuXlZgIR6o/Sbtn-rXjEiI/AAAAAAAAAAM/e0CWl3UGY_k/S220/LOGO+KURMA.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
